Setapak. Pulang:
Pulang? dan rindu yang masih menggelantung. untuk kamu yang masih ditanah orang, sedang menimba ilmu ataukah mungkin sedang mencari sesuap cahaya. kita berada dalam posisi yang sama. menerjemahkan PULANG sama sulitnya dengan menerjemahkan hujan sore hari. untuk kamu yang sedang berpacaran dengan skripsi, semangat harus tetap berkobar, karena cintamu mesti diterjemahkan. karena tugas harus purna, dan ummat sedang menanti. untuk kamu yang sedang bermalas-malasan, bangkit...... bangkit... bangkit. pundakmu harus kuat untuk menahan segala coba dan dera.
pulang
sejauh apa jua kau melangkah
jangan lupa tuk kembali
ada senyum yang siap menyambutmu
kamu jangan mati ditengah jalan
tugasmu belum selesai
pulang
berhati-hatilah ditanah orang
untuk kamu yang masih menimba ilmu
sedang asik dengan organisasi
jangan lupa, ayah ibumu menahan rindu
sesekali berilah kabar, walau sejenak
percayalah, itu takkan mengganggu waktumu
Kawan. sebentar lagi Ramadhan tiba, aku sendiri belum memutuskan apakah merapikan barang-barang, beli tiket lalu pulang. terhitung semenjak Ramadhan 2014, sudah empat kali Ramadhan ditanah orang, ingin rasanya hari pertama puasa bersama dengan orang-orang yang kita cintai diseberang sana, menikmati masakan ibu, walau sederhana tapi penuh cinta. hujan selalu turun di sore hari bersama bayang-bayang kampung halaman yang berkelindan.
Ramadhan telah tiba,
apakah kamu akan pulang?
atau masih mengumpulkan rindu?
Malang. 31 Maret 2018




